Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Featured Posts

Rabu, 14 Maret 2012

Puisi tentang Sepak Bola

SEPAK BOLA
 
Walau keringat bercucuran membasahi tubuh
Tak akan bisa hentikan jiwa dan semangat
Dalam arena permainan penuh wahana

Dengan segelintir gumpalan gas berbaju

Kaki mainkan penuh gairah
Mencoba lewati lawan yang menghadang

Dengan dua buah tiang diusudut lapang

Benda rongsok pun jadi bila tak ada
Untuk jadikan sasaran dari permainan

Panas mentari tidak bisa hentikan

Hujan deras tak bisa memadamkan
Semangat dari permainan nomor satu di dunia
Gairah dari permaianan semua insan di di muka bumi

Sepak bola itulah namanya

Negeri ratu Elizabets pencetusnya
Piala Dunia panngung terbesarnya
Liga Itali kompetisi terbaiknya
Indonesia pun ikut terjamah

Tidak cuma kaki yang bergerak

Pikiran dan jiwapun ikut bermain
Menciptakan sensasi dan sportivitas
Mewujudkan keindahan dan kesatuan rasa

Sepakbola itulah namanya

Tidak hanya milik para bangsawan
Orang jelata pun bisa merasakan
Sepak bola adalah universal
Sepak bola itulah namanya
Tidak hanya di atas stadion megah
Diatas lahan rakyat pun jadi
Sepak bola adalah kebahagiaan bersama

Selasa, 13 Maret 2012

karier bola Cristiano ronaldo

Cristiano Ronaldo
Terlahir dengan nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro, lahir pada tanggal 5 Februari 1985 di Funchal adalah seorang pemain sepakbola berkebangsaan Portugal. anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung “Ronalda” di Portugal. Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano (”Ronaldo”) relatif langka di Portugal. Saat ini ia bemain di klub Real Madrid di posisi sayap kiri.

Cristiano sejak kecil merupakan kesayangan keluarganya, dia selalu mendapat dukungan dari keluarganya dalam segala hal. Dia dikenal anak yang selalu ingin menang. Di sekolahnya dia menggemari sepak bola, dia selalu punya akal agar dapat bermain bola. Jika dia tidak menemukan bola, maka ia akan membuat bola dari gulungan kaos kaki teman-temannya.

Nominal gajinya di klub profesional pertamanya, Sporting Lisbon tidak ada apa – apanya sebelum pindah ke Inggris. Kini ia mampu menghasilkan 100 kali lipat gaji di Sporting Lisbon dalam satu pekan karena gajinya di Old Trafford mencapai 40 ribu euro (Rp 470 juta).


Ia memulai karir internasionalnya dengan membela tim nasional Portugal sejak tahun 2003. Cristiano Ronaldo mulai bermain sepakbola pada saat usianya tiga tahun. Tim favoritnya ketika masih muda adalah SL Benfica. Ia bermain untuk pertama kalinya dengan tim amatir, Andorinha, ketika usianya 8 tahun. Tahun 1995, reputasi Cristiano Ronaldo sudah berkembang di Portugal.


Dua tim sepakbola terkenal, CS Marítimo dan CD Nacional tertarik dengan Cristiano Ronaldo. Marítimo, tim terbesar tertinggal mengadakan rapat dengan manajer Andorinha, hasilnya Ronaldo masuk ke CD Nacional. Setelah mendapatkan juara di Nacional, Ronaldo pindah ke Sporting CP.


Dua tim sepakbola terkenal, CS Marítimo dan CD Nacional tertarik dengan Cristiano Ronaldo. Marítimo, tim terbesar tertinggal mengadakan rapat dengan manajer Andorinha, hasilnya Ronaldo masuk ke CD Nacional. Setelah mendapatkan juara di Nacional, Ronaldo pindah ke Sporting CP.


Ronaldo memulai debut pertamanya bersama Sporting saat melawan Moreirense dan menghasilkan skor dua gol. Ia juga menjadi fitur Portugal dalam kejuaraan UEFA Under 17.


Penampilannya di kejuaraan UEFA Under 17 membawa perhatian sepakbola dunia. Yang pertama kali melihat penampilan Ronaldo adalah manajer Liverpool F.C, Gérard Houllier. Tetapi Liverpool menolaknya karena Ronaldo masih terlalu muda dan memerlukan waktu untuk berkembang menjadi pemain sepakbola yang terkenal.


Pada tahun 2003, Ronaldo mendapat perhatian dari Sir Alex Ferguson, ketika Sporting mengalahkan Manchester United dengan skor 3-1 di inagurasi Alvalade XXI di stadium Lisbon.


Ferguson memutuskan menginginkan pemain muda untuk timnya, Ronaldo menandatangani kontrak dengan harga £12.24 juta. Debut pertamanya dengan Manchester United (MU) adalah pada saat melawan Bolton Wanderers di menit ke-60 di stadium Old Trafford dengan kemenangan MU 4-0.


Debut karir internasionalnya yaitu pada bulan Agustus 2003 saat Portugal melawan Kazakhstan. Di pembukaan Euro 2004, Portugal kalah dari Yunani dengan hasil 2-1. Pada saat semifinal melawan Belanda, Ronaldo menciptakan gol pertamanya dengan hasil akhir 2-1 kemenangan bagi Portugal.


Ronaldo menghantarkan Portugal ke Olimpiade Musim Panas 2004, dan ia menjadi skor tertinggi nomor dua fi Kualifikasi Piala Dunia FIFA di zona Eropa dengan 7 gol. sampai tanggal 17 Juni 2005, skor Ronaldo adalah 11 gol dalam 25 pertandingan untuk Portugal.


Dari itu saja level kehidupan Ronaldo sudah meningkat dratis, padahal secara karir ia baru lahir ke dunia sepakbola selama tiga setengah tahun. Kalau tidak digaet MU pada musim panas 2003, mungkin saja nasib pria setinggi 184 cm ini tidak seperti sekarang.

Ronaldo muda adalah seorang pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, yang mampu mengaduk-aduk bola sampai bikin pusing lawan-lawannya. Tapi Ronaldo muda juga begitu narcis, serakah, dan egois. Kalau sudah keasyikan, ia suka lupa pada rekan-rekan setimnya.

Namun Ronaldo juga bisa belajar, baik dari bertambahnya usia, pengalaman, dan didikan Fergie. Ronaldo yang sekarang adalah Ronaldo yang sudah lebih tahu bagaimana bermain untuk tim. Yang tidak berbeda adalah Ronaldo yang sekarang tetaplah pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, empunya gocekan-gocekan hebat.


Suksesnya di dalam stadion juga telah merambah ke luar lapangan. Dengan wajah ganteng dan bodi yang seksi, lelaki bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu mulai digila-gilai orang di seluruh dunia — lebih-lebih kaum hawa. Karena sudah jadi milik publik, kerap mengikuti acara-acara publik, dan sering dipublikasikan media, maka status selebritis sudah disandang Ronaldo.


Teman-teman dan ruang lingkup pergaulannya pun makin dekat dengan dunia entertainment. Gosip kedekatan Ronaldo dengan beberapa aktris terus jadi santapan empuk tabloid-tabloid kuning. Ia pernah menjalin hubungan khusus dengan presenter TV Spanyol Merche Romero, lalu model bernama Jordana Jardel. Belakangan ia sedang diisukan dekat dengan bintang TV Inggris Gemma Atkinson, serta “mengincar” artis-artis “bening” lain seperti Roxanne McKee, Bryony Seth, Georgina Walkter, dan Ali Bastian.


Begitulah. Kehidupan Ronaldo — namanya diambil dari eks Presiden AS Ronald Reagen, karena sang ayah mengidolakannya sebagai aktor, bukan politisi — terus bergulir seiring dengan waktu, yang akan membawanya entah ke mana suatu hari nanti. Mungkin di akhir musim ia menjadi seperti yang diprediksikan legenda MU Bryan Robson sewaktu bertandang ke Jakarta belum lama ini, bahwa ia berpeluang meraih predikat Player of the Year. Atau lebih hebat lagi seperti ramalan Alex Ferguson, bahwa Ronaldo bisa menjadi pemain terbaik dunia.
 
 

Senin, 12 Maret 2012

Sebuah catatan tentang sepak bola modern

Sepak bola modern bertumpu pada lapangan tengah. Tim yang menguasai lapangan tengah hampir pasti selalu tampil ciamik, menuai kemenangan dan memanjakan striker. Sebut saja Messi yang begitu cemerlang di Barcelona. Pemain muda berjuluk bocah ajaib ini dianggap tidak akan mampu mencetak banyak gol tanpa kehadiran Xavi Hernandes di lini tengah. Maka masuk akallah sudah mengapa Lionel tidak sangat bersinar di tim tango Argentina. Tim ini akhir-akhir ini tidak punya pemain hebat yang menjadi pengatur irama di lini tengah. Juan Roman Requelme tidak lagi pada penampilan terbaiknya sementara Pastore tidak cukup mampu mengemban tugas itu.
Demikianlah sepak bola modern bertumpu pada lapangan tengah, tempat di mana irama permainan diatur sesuka hati, cepat, melambat, sedang atau mendikte lawan. Bahkan sepak bola Inggris yang dikenal dengan kick and rush dan mengandalkan bola-bola panjang sekarang sudah merasakan tidak ‘menggigitnya’ formula tersebut pada penampilan mereka. Meski Rooney adalah striker hebat, tetapi tanpa dukungan ‘memanjakan’ dari lapangan tengah, striker gempal ini lebih sering menjadi penjemput bola daripada pencetak gol. Perolehan golnya lumayan banyak untuk musim ini, namun sebagian di antaranya adalah dari servis bola mati, tendangan pinalti dan tidak dari open play.
Ya, Manchester United adalah bukti nyata tentang betapa sepakbola modern adalah solidnya lapangan tengah. Kegagalan mereka memuncaki klasemen sementara di Liga Inggris disebut-sebut disebabkan oleh cederanya beberapa pemain yang bertugas sebagai jenderal lapangan tengah. Anderson dan Cleverly tidak banyak tampil musim ini, United terpaksa harus memanggil kembali Scholes yang sudah memutuskan untuk pensiun.
Man United tidak punya playmaker yang mumpuni sementara City kelimpahan. David Silva, Samir Nasri dan beberapa nama lain membuat tim yang oleh pelatih MU Sir Alex Ferguson disebut sebagai tetangga berisik ini tampil hebat. Balotelli, Dzeko, Kun Aguiero hanya bertugas mencetak gol dan bukan sebagai penjemput bola. Hasilnya? City untuk sementara ini mendominasi.
Saya tiba-tiba ingat penampilan Garuda Muda di final Sea Games XXVI beberapa waktu lalu. Egi Melgiansyah dan kawan-kawan berhadapan dengan anak-anak dari negara tetangga Malaysia. Semua pasti sepakat, lapangan tengah ketika itu dikuasai oleh Malaysia. Sama-sama memakai ban kapten, Badrol Bakhtiar lebih cerdas dibandingkan Egi, padahal Patrich Wanggai dan Titus Bonai jauh lebih hebat dibanding striker-striker Malaysia. Hasilnya, Malaysia menang dan kita harus puas dengan gelar juara umum ajang multi event itu tanpa medali emas dari cabang sepakbola.
Apa artinya? Sederhana. Tugas pelatih menjadi mudah jika memiliki pemain dengan talenta luar biasa di lapangan tengah. Pep Guardiolla dan Roberto Mancini tidak akan berjumawa ketika Xavi, Iniesta, David Silva atau Yaya Toure tidak bisa ikut bermain. Pun Rahmad Darmawan tidak bisa berbuat banyak melawan Malaysia, ketika tidak punya pilihan lain selain Egi di lapangan tengah. Indonesia pernah punya (hanya) dua pemain bertipikal playmaker dan layak disebut jenderal lapangan tengah. Mereka adalah Fachri Husaini yang membuat Widodo C. Putra terkenal seantero Asia di zaman dahulu dan Eduard Ivak Dalam yang memanjakan Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas di zaman setelahnya. Mereka pergi, kita kehilangan greget di lapangan bola bahkan di depan publik sepak bola sendiri.
Maka, tidak perlu heran mengapa Persipura Jayapura mendominasi sepak bola tanah air. Selain karena faktor Jacksen F. Tiago, di sana ada Zahrahan Krangar, pemain dengan tingkat inteligensia di atas rata-rata pemain lainnya di negeri ini. Dan hari-hari selanjutnya, Boaz, Tibo dan Lukas Mandowen akan semakin dimanja menyusul kembalinya Manu Wanggai, playmaker muda lainnya dari cedera panjang. Wanggai disebut-sebut sebagai generasi berikut playmaker Indonesia setelah Ivak Dalam. Di Inggris, Ferguson boleh bernafas lega. Tom Cleverly telah kembali. Usaha mengejar dan menyalib Manchester City akan lebih mudah, karena sepak bola modern itu soal lapangan tengah.
Oops… satu lagi. Berhentilah berpolitik dalam sepak bola, karena kalau tetap berpikir tentang legal atau tidak, timnas kita mungkin akan bermain tanpa playmaker karena beberapa pemain dengan tipikal ini justru bermain di liga yang dianggap tidak legal. Manu Wanggai itu pemain Persipura, lho…! Salam olahraga.